- HISTORY OF COACHING
Akar coaching dapat ditelusuri hingga ke Yunani Kuno, di mana para filsuf seperti Socrates dan Plato menggunakan metode bertanya (yang dikenal sebagai Socratic Method) dan dialog untuk membantu individu menjernihkan pemikiran serta mencapai tujuan mereka.
Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, coaching mulai dikaitkan dengan dunia olahraga dan terutama digunakan untuk meningkatkan performa atletik.Coaching dalam bentuk modern seperti yang kita kenal saat ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari masa-masa tersebut.
Coaching pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1830 an. Asal kata “coaching” berasal dari bahasa Hungaria, yaitu “Koch” yang artinya gerobak pengangkut barang di pertanian. Dulu, kereta kuda ini digunakan untuk mengangkut orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Baru pada ke-20 menandai era munculnya gerakan coaching modern. Istilah coaching pertama kali digunakan dalam dunia pendidikan pada tahun 1920-an untuk menggambarkan proses pemberian bimbingan dan dukungan kepada siswa. Baru pada tahun 1950-an coaching mulai dikaitkan dengan pengembangan pribadi dan profesional.
Gambar 1.1. Coach
Nah, proses mengangkut inilah yang kemudian menjadi asal mula kata “coaching”. Di Amerika dan Eropa kemudian nama Koch menjadi “Coach” yang digunakan untuk nama alat angkut baik bis, kereta api dengan sebutan “coach”. Seiring waktu, kata ini mulai digunakan dalam bidang olahraga dan kemudian berkembang menjadi metode pengembangan diri yang dikenal dengan coaching.
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, coaching modern dalam olahraga mulai berkembang pesat. Para pelatih mulai menggunakan teknologi seperti analisis video dan biomekanika untuk meningkatkan performa atlet. Selain itu, perhatian terhadap aspek mental dan emosional juga semakin meningkat.
Buku “The Inner Game of Tennis” karya Tim Gallwey menjadi tonggak penting dalam pengembangan mental coaching, yang kini digunakan secara luas tidak hanya di olahraga tetapi juga di dunia bisnis.
Meningkatnya permintaan terhadap coaching mendorong profesionalisasi industri ini melalui pembentukan asosiasi, sekolah coaching, dan program sertifikasi. Coaching jadi makin populer dan dikenal banyak orang setelah Thomas Leonard Seorang pemikir dan analis ulung mengembangkan Coaching sebagai disiplin ilmu dan membuat kursus tentang cara merancang hidup yang lebih baik pada tahun 1988. Tahun 1994, mendirikan International Coaching Federation (ICF) yang berkembang menjadi Lembaga yang memayungi Coach professional di seluruh dunia.
Jenis-Jenis Coaching
Executive Coaching
Berfokus pada pengembangan kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan para eksekutif dan manajer senior.
Business Coaching
Bertujuan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dengan membantu bisnis mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan strategi pengembangan.
Performance Coaching
Berfokus pada peningkatan kinerja individu dalam bidang tertentu seperti olahraga, musik, atau bisnis.
Teknik dan Metodologi Coaching
Model GROW
Kerangka coaching praktis yang membantu individu menetapkan tujuan, memahami realitas saat ini, mengeksplorasi pilihan, dan menentukan langkah ke depan.
Solution-Focused Coaching
Pendekatan yang berfokus pada solusi, kekuatan, dan kemungkinan masa depan, bukan pada masalah. Metode ini menggunakan pertanyaan-pertanyaan khusus seperti scaling questions, miracle questions, dan exception-seeking questions.
Dampak Coaching terhadap Pengembangan Pribadi dan Profesional
Dalam beberapa tahun terakhir, coaching terbukti menjadi alat yang sangat kuat dalam mendukung pengembangan pribadi dan profesional. Baik dalam konteks executive coaching maupun performance coaching, coaching memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan individu dan organisasi.

